Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Saturday, September 18, 2010

Day #3 "Hadiah Untuk Mukimuki"

Pagi itu di halaman depan rumah terlihat sesosok bocah berkepala seperti bawang, sedang berlari lari riang, kadang mengejar tupai, atau mencoba menangkap kupu kupu yang hinggap di pucuk bunga lily yang berwarna putih itu. Sesekali dia terjatuh ketika berlari mengejar burung yang terbang seketika ketika dia mendekat.

Di balik jendela rumah tersebut sepasang mata memandangi si bocah sambil tersenyum. Dia adalah ibu si bocah yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Sedangkan si suami sedang bersiap untuk pergi ke ladang bawang.


Mupamupa : kenapa kau tersenyum senyum begitu istriku?

Mumimumi : ah tidak, aku hanya senang melihat anak kita selalu sehat dan ceria seperti itu, sayang dia selalu bermain sendiri. Di sekitar sini tak ada yang seusia dengannya.

Mupamupa : tentu saja, bawang merah dan bawang putih kan memang baik untuk kesehatan, mengenai teman bukankah tahun depan dia masuk sekolah, aku yakin dia akan mendapatkan teman yang seusia.

Mumimumi : benar juga tapi kau ini mentang2 tanaman di ladangmu bawang semua selalu saja mengkaitkan segala sesuatu dengan bawang.

Mupamupa : enak saja kau bicara, itu kan warisan dari ayahku, kau pikir dari mana kita bisa hidup, jika tidak dari ladang bawang itu?

Mumimumi : iya2, sudah sana kau sarapan dulu, aku sudah menghidangkan semangkuk sup bawang dan segelas jus jeruk di meja makan.

Mupamupa : ngomong ngomong apa kau sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk anak kita? Bukankah hari ini dia berulang tahun?

Mumimumi : sudah, aku membuatnya semalaman tadi, dia pasti akan menyukai warna ungu dan hiasan berbentuk tupai pada kue itu.

Mupamupa : baiklah akan kita rayakan begitu aku pulang kerumah sore nanti, sekarang kau panggil anak kita untuk sarapan bersama juga.

Sang ibu kemudian keluar dan berteriak memanggil anak kesayangannya.


Mumimumi : MUKIMUKI !!! KEMARILAH NAK !!! SARAPAN DULU !!!

Mukimuki : YAAAA BUUU !!!

Mukimuki berlari memasuki rumah, dan langsung menuju meja makan.

Mukimuki : Hai ayah, mau ke ladang yah?

Mupamupa : iya, ayo kita sarapan nanti sup bawang lezat ini terlanjur dingin.

Mukimuki : baik ayah (seraya menyantap sup bawang tersebut), uhm, ayah bolehkah aku ikut ke ladang hari ini? Aku bosan di rumah saja, ingin rasanya cepat pergi sekolah, sepertinya akan menyenangkan dan banyak teman untuk bermain bersama.

Mupamupa : bagaimana ya? Coba minta izin pada ibumu, ayah sih tak keberatan.

Mukimuki : Ibu Ibu Ibu boleh yaaaaa? (sambil mengiba pada ibunya dengan wajah polosnya)

Mumimumi : baiklah, asal kau janji tidak nakal dan membantu ayahmu di ladang.

Mukimuki : HOREEEE !!! aku janji akan membantu ayah bu. Yah, mana bekalmu sini kubawakan.

Mupamupa : habiskan dulu makanmu, nanti tersedak, cepatlah hari sudah siang.

Tak lama mereka berangkat ke ladang, sang anak melambai pada ibunya, sambil berlari lari meninggalkan ayahnya yang kerepotan mengejarnya.

Selang beberapa waktu, tiba tiba terdengar ketukan di pintu depan. Mumimumi segera membukakan pintu. Terlihatlah seorang nenek dengan seorang anak perempuan kecil yang terlihat malu malu.

Mumimumi : Ya, ada yang bisa kubantu?

Si nenek : perkenalkan namaku Norinori dan ini cucuku Mosimosi, kami baru saja pindah ke rumah di ujung jalan sana, kami kemari untuk memperkenalkan diri dan ini ada sedikit pai bawang untuk salam perkenalan

Mumimumi : wow, terima kasih, namaku Mumimumi, aku tinggal bersama suamiku bernama Mupamupa dan anakku Mukimuki, mereka sedang ke ladang sekarang. anakku pasti senang dengan pai bawang ini, dan kau. berapa usiamu gadis manis? (bertanya pada Mosimosi)

Mosimosi : 4 tahun bibi.

Mumimumi : (dia seusia dengan anakku pikirnya). Kebetulan anakku hari ini berulang tahun, mau kah kau datang kemari sore nanti? Kami akan mengadakan pesta ulang tahun kecil kecilan, sekalian kau berkenalan dengan anakku, bagaimana?

Mosimosi : uhm,,,, (menatap neneknya dengan pandangan bertanya)

Norinori : kau datang saja nak, setidaknya kau mendapat teman baru.

Mosimosi : (mengangguk)

Norinori : dia ini agak sedikit pemalu, akan kupastikan dia datang sore nanti, aku pamit dulu.

Mumimumi : ya baiklah, terima kasih untuk pai bawang nya ya, akan kubalas nanti kirimanmu.

Norinori : hahahaha, kau tak usah memikirkan hal itu (seraya pergi menggandeng Mosimosi)

Sore harinya, Mupamupa dan Mukimuki pulang dari ladang, Mukimuki terlihat kotor dan lumpur memenuhi pakaiannya, seperti biasa dia datang dengan berlari lari.

Mukimuki : IBUUUUU !!! KAMI PULAAAAAANG !!!

Mumimumi : (membukakan pintu) selamat datang anakku, ya ampuuun, kau kotor sekali, cepat mandi sana.

Mukimuki : baiklah bu (berlari ke kamar mandi)

Mupamupa : bagaimana pesta ulang tahunnya? Sudah kau siapkan?

Mumimumi : sudah, selesai dia mandi baru kita keluarkan kue nya.

Tak lama Mukimuki telah mandi dan berpakaian bersih. Mupamupa dan Mumimumi berada di ruang makan dengan kue berada lemari di belakang mereka.

Mupamupa : Mukimuki !!! kemari nak, kami punya kejutan untukmu !!!

Mukimuki : (berlari ke ruang makan) kejutan? Wow aku suka kejutan. Apa itu ayah?

Mumimumi : sepertinya kau lupa nak? (sembari mengeluarkan kue dari lemari)

Mupamupa dan Mumimumi : SELAMAT ULANG TAHUN ANAKKU !!! (menunjukkan kue ulang tahun ke hadapan Mukimuki)

Mukimuki : WAAAAAAHHHH !!! AKU TAK INGAT HARI INI AKU BERULANG TAHUN !!! TERIMA KASIH AYAH !!! TERIMA KASIH IBU !!!

Mupamupa : hahahaha, ayo ucapkan permohonanmu dan tiup lilinmu segera

Mukimuki : baiklah ayah, semoga aku cepat besar untuk sekolah dan memiliki banyak teman, “wuuushhh...” (meniup lilin yang berjumlah 4 buah itu). HOREEEEE !!! boleh kumakan kue ini bu ?

Mumimumi : tentu saja nak.

Ketika, Mumimumi hendak memotong kue lezat tersebut, terdengar bunyi ketukan di pintu.

Mumimumi : itu pasti dia datang (bergegas membuka pintu)

Mupamupa dan Mukimuki : (berpandangan bingung) dia ? siapa dia itu?

Mumimumi kembali dengan seorang gadis kecil bernama Mosimosi tadi. Mosimosi terlihat cantik dengan pita warna jingga di kepalanya.

Mumimumi : nah anakku perkenalkan ini Mosimosi, tetangga baru kita yang baru pindah ke rumah di ujung jalan sana.

Mupamupa : waah ternyata kau tak perlu menunggu besar untuk punya teman nak.

Mukimuki : (malu malu) uhm perkenalkan namaku Mukimuki

Mosimosi : (malu malu juga) namaku Mosimosi salam kenal

Mumimumi : ayo ajak Mosimosi menyantap kue ulang tahun mu ini nak, sepertinya kau butuh bantuan untuk menghabiskan kue itu.

Mukimuki : baiklah bu. HOREEEE !!! AKHIRNYA AKU PUNYA TEMAN SEBAYA DENGANKU !!! SEPERTINYA INI HADIAH UNTUKKU !!! AYO MOSIMOSI, KITA HABISKAN KUE INI !!!

Mupamupa : hey hey hey tunggu dulu anak anak, aku juga mau kue itu, jangan kalian habiskan semua, dari tadi aku sudah lapar menunggu untuk ikut makan kue ini.

Mukimuki, Mosimosi dan Mumimumi : HAHAHAHAHAHAHAHA !!! (tertawa terbahak bahak)

Selamat Ulang Tahun Mukimuki. Semoga Kau Menjadi Anak Yang Selalu Ceria.

Sore itu mereka habiskan dengan menyantap kue ulang tahun Mukimuki sambil tertawa bahagia.
Mukimuki sangat bahagia bahwa dia memiliki kedua orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kebahagiaan nya bertambah saat dia memiliki teman yaitu Mosimosi.

Mukimuki mendapat hadiah istimewa kali ini yaitu seorang teman. Terkadang teman lebih berarti dibandingkan barang apapun yang dapat kau beli di dunia ini. Dengan teman kau dapat berbagi segalanya, suka mapun duka. Teman dapat menjadi seseorang yang dapat kau andalkan jika kau sedang membutuhkan.

Teman dan Persahabatan adalah segalanya

“Sepertinya Mukimuki dan Mosimosi akan mengalami berbagai macam hal bersama”

No comments:

Post a Comment