Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Friday, December 17, 2010

day #23 "Saat Dini Hari"

bosan aku seperti ini
hampir setiap malam
tak lelahkah kau
selalu saja mendatangiku
"ini dini hari !!!" bentakku
2 sosok siluet bocah itu
hanya terdiam ketakutan
"ya sudah, taruh disitu"
segepok uang muncul
secara tiba tiba

day #22 "Sehitam Kopi, Bahkan Lebih"

aku takut
takut tak beralasan
pada dia
dia yang hitam
sehitam kopi
bahkan lebih
padahal dia
muncul seperti
pada umumnya


pukul 18.00 kira kira
dia mulai datang
hanya pergantian
pergantian tugas
dengan yang lebih
lebih terang
daripada dia

Tuesday, December 14, 2010

day #21 "Desember Kelabu"


aku benci dengan desember
ini akhir dari sebuah periode
desember 3 tahun lalu ayahku
desember 2 tahun lalu ibuku
desember setahun lalu kakakku
apa desember kali ini giliranku?
lalu tahun depan siapa?
kutukan yang aneh

Monday, December 13, 2010

day #20 "Cerita Si Rumah Tua"

teringat akan masa indah itu


gelak tawa riang bocah kecil biasa
semua kehangatan sebuah keluarga
meskipun sering berganti, namun tak apa
setidaknya ada sebuah kehidupan


tanggal 13 di hari itu
semua berubah


hanya kebencian yang ada
teriakan yang menggema
ceceran darah di setiap kamar
potongan tubuh di setiap sudut


kegilaan seorang ayah
semua tak tersisa


kini hanya sosok transparan
bermuka pucat
tak dapat bicara
yang setia menemaniku

day #19 "Hujan Tak Kunjung Turun"

sudah korban ke 13
akan kuhentikan persembahanku
semakin sulit mencari gadis muda
apalagi yang masih perawan


kulihat keluar,,,
hujan tak kunjung turun,,,

Saturday, December 11, 2010

day #18 "Kesepian"

"hei, pulas sekali dia terpejam, batinku"
"apa tak ada yang bisa membuatnya terjaga?"
"ayolah, aku ini kesepian, sayang..."
ini tahun ketujuh dari usahaku
jutaan kali kurapal berbagai mantra
berbagai kombinasi aneka sesaji 
sosok itu tetap terbujur kaku di hadapanku

Friday, December 10, 2010

day #17 "Kaya? Mungkin"

dinding gua yang menjadi saksi
sebungkus kretek, dan kopi pahit
sebutir telur ayam kampung
dan aroma kemenyan yang menguar
keyakinan yang pasti pada dia
sosok yang sedang menikmati
hidangan yang kubawa dengan lahap


akan kupegang janjinya...
aku tertawa...
aku akan kaya...


mungkin...

Thursday, December 9, 2010

day #16 "Seorang Pemimpi Kecil"

seorang pemimpi kecil
menatap langit dengan pedih
bertanya, masihkah ku punya mimpi?


seorang pemimpi kecil
duduk termangu dengan pilu
berharap, semoga tuhan masih ada untukku


seorang pemimpi kecil
menggumam doa dengan tangan di dada
aku pasti bisa

day #15 "Sebuah Karya Fotografer"

kobaran api yang cantik
ini sebuah saat yang langka
kau memang gadisku yang setia
ah, dia sungguh mempesona
sebuah hasil yang sempurna
meski hanya dari sebuah kamera tua
malam yang indah
dengan teriakan 
di suatu sudut gedung tua

Tuesday, December 7, 2010

day #14 "Akhir Yang Pasti"

kupilin tali
kuikat dengan teliti
kusiapkan kursi
kunaiki
akhir yang pasti



day #13 "Pulang"

pukul 23.30 tengah malam
pasti ada yang tak beres
kupercepat langkahku
suasana remang mencekam
ada yang mengikuti
sudah sejak lama dia ada
pohon beringin di pojok jalan
itulah rumahnya

Sunday, December 5, 2010

day #12 "Waktu Bertugas"

jubah hitam sudah siap
sedikit riasan di wajah, oke
tunggu sebentar? dimana itu ya?
ah, ini dia, death scythe ku
tak lengkap rasanya
jika ini tak kubawa
dan, yang penting 
catatan ini tak boleh lupa
hmm,,, yang pertama adalah...


mungkin dirimu...

day #11 "Hitungan Mundur"

27, 26, 25, 24, 23, 22, 21, 20
angin ini cukup kencang batinku
19, 18, 17, 16, 15, 14, 13
kulihat sekilas ke dalam
seorang gadis sedang memasuki lift
12, 11, 10, 9, 8, 7, 6
menyesal diriku,tapi
tak ada jalan untuk kembali
5, 4, 3, 2, 1
akhirnya lantai dasar juga
selamat tinggal dunia

Friday, December 3, 2010

day #10 "Akibat Mabuk"

sudah kesekian kalinya kulewati tikungan ini
bosan juga aku mengemudi di jalan ini
"benarkah disekitar sini"
gadis manis di sampingku mengangguk
kupicingkan mata sambil melihat sekitar
tetap tak kutemukan juga
menyesal juga aku mabuk saat itu
yang tak bersalah kehilangan nyawa
kulirik ke jok penumpang
bersimbah darah dan tanpa lengan

Thursday, December 2, 2010

day #9 "Operasi"


garis naik turun itu berubah datar
semua menatap monitor terpana
gagal...???
diriku mendesah lega
dalam hatiku berteriak
sukses besar...!!!
esok pembeli itu datang
ginjal yang kujanjikan segera siap

Wednesday, December 1, 2010

day #8 "Ahli Waris"




semua pelayat berbaju hitam
berkerumun di depan pusara
tepat setahun lalu ayah tiada
berdiri tegak nisan disana 
kini bertuliskan nama adikku
berkurang satu ahli waris
ibu tiriku tersedu palsu
dia lah berikutnya
kupastikan itu
dengan tanganku

Tuesday, November 30, 2010

day #7 "Pernah Cantik"

"kumohon lepaskan aku"
dia hanya terdiam
seolah tak mendengarkan
"aku tak punya pilihan lain, ayolah"
dia tetap bergeming
memang...
dia pernah menjadi yang paling cantik
itu semasa hidupnya
andai saja dia masih punya kepala
tentu tak akan seperti ini jadinya

Monday, November 29, 2010

day #6 "Hobi"


aku ditakdirkan untuk sendiri
apa daya dengan hasrat ini
tujuh mantan istri
berusaha pergi 
lari

tapi cintaku tak kan pergi
tesimpan di lemari
dan ku nomori
kepala istri
mati



Sunday, November 28, 2010

day #5 "Ingin Alih Profesi"

sekali lagi...
aku disalahkan, dituduh, jadi tersangka


begitupun kali ini, 
aku jadi kambing hitam
atas hasrat busuk, 
dari dia yang tak bernama
bosan aku melihat darah segar itu
tatapan ketakutan menanti ajal, 
bikin muak saja...


tapi bagaimana lagi, 
memang itulah pekerjaanku
memuntahkan timah panas, 
demi menembus daging
seandainya bisa alih profesi
pasti aku pensiun dari pekerjaan ini

Saturday, November 27, 2010

day #4 "Gadis Kecil Berponi"

ah, setelah sekian lama,,,
dia kembali berlari menghampiriku
menyambutku pulang ke rumah ini
senyumnya yang manis
dengan poni di dahinya
dan gaun putih pucat yang selalu dikenakannya
"apa kau rindu bermain denganku?" tanyaku
dia hanya mengangguk


tapi ini tak akan sama seperti dulu, batinku
aku telah bertambah tua
sedangkan, dia masih sama seperti dulu
sesosok gadis kecil berponi berusia 7 tahun
hanya lukisan potret dirinya saja
telah berubah kusam dan kumal dimakan usia
yang tergantung di ruang tamu
tak ubah saat ku meninggalkan rumah ini
20 tahun silam

Friday, November 26, 2010

day #3 "Tak Berjodoh"



sekali lagi dia datang dan menangis
heran, apa yang dia tangisi
aku tak dapat memberinya apa apa lagi


"relakanlah, sayangku"
"kita memang tak berjodoh"


"ah, kau memang keras kepala"
"sebaiknya aku pergi saja"


kutolehkan kepalaku ke belakang
untuk terakhir kalinya kubaca 
namaku yang tertulis di nisan itu 
sejak setahun yang lalu

Thursday, November 25, 2010

day #2 "Novelis Misteri"


dia tertawa
baru pertama melakukannya
kepuasan tiada tara
bosan menjadikan yang maya sebagai tokoh

dia berbalik
melihat sesosok tubuh tanpa nyawa
hasil karyanya
diletakkannya pisau berlumur darah

dia menghela nafas
tak membutuhkan lagi berita kriminal
yang nyata lebih terasa
dibuatnya oleh tangannya

dia novelis misteri

Wednesday, November 24, 2010

day #1 "Pusara Putih"

sudahlah jangan kau berteriak dan memaki,
teriakku pada petir
dan kau, janganlah terus menangis,
bentakku pada hujan
kurebahkan diriku kembali
dan tidur dengan tenang
di dasar pusara putih


Monday, November 22, 2010

Akhir Atau Awal

esok disaaat disaat parkiran kampus penuh 
penuh oleh orang tua dan pengiring


esok disaat kemacetan mendadak terjadi
terjadinya tarif parkir yang dipastikan melonjak


esok disaat kerumunan bertoga berkumpul
berkumpul untuk sebuah pengesahaan


esok disaat kebingungan melanda
melanda apakah merupakan suatu akhir atau awal


Wednesday, November 10, 2010

Hari itu, 8 November 2010

Kawan ingatkah bahwa kita memulainya di saat yang berbeda . Ingatkah bahwa rasanya berat untuk memulai hal itu. Saat langkah awal kita mulai menjejak di ruangan itu. Semuanya begitu kuning dan tebal.

Kawan ingatkah saat saat kita menanti di pagi hari. Menanti sebuah tanda tangan dari yang berwenang. Membawa senyuman saat keluar ruang jurusan atau terkadang pulang tanpa membawa hasil.

Kita memiliki masalah yang berbeda, kesulitan yang tak sama dan hasil yang tak memuaskan. Tapi apa kita saling menjauh? Tidak. Kita saling menopang dan menenangkan satu sama lain.

Di saat yang lain asyik dengan liburan dan waktu senggangnya, apa yang kita lakukan? Berkutat dengan jurnal dan referensi. Merasa bodoh menyia nyiakan masa masa santai itu.

Ingatkah bahwa saat otak kita sedang macet dan butuh ketenangan, kita selalu rela meluangkan waktu bagi mereka yang membutuhkan, karena mereka semua sama seperti kita, hanya memulai di waktu yang berbeda dan tepat menurut mereka.

Ingatkah bahwa kita pernah seharian di gedung itu, menatap nanar notebook dari pagi hingga petang. Demi apa kita melakukan semua itu? Demi sebuah pujian? Tidak. Demi sebuah penghargaan? Tidak.

Semua itu demi waktu itu, saat itu dan hari itu .


Waktu itu...
Dimana otak dicambuk bekerja lebih keras
dan logika diajak bersahabat.
Saat mental dan kesabaran melawan cercaan

Saat itu...
Pucat pasi dan berbagai ekspresi hadir menghiasi
Dukungan, senyuman, dan doa mengalir dari mereka yang peduli
Air mata haru dan kebahagian dari kami yang mengalami

Hari itu, tanggal 8 November 2010
Kami semua tersenyum bahagia




-dedicated to my beloved friends, intan, rosa, silvi, and ruth, who fought together with me -

Wednesday, November 3, 2010

Malaikat Bersayap Putih Atau Hitam


tak terbayang apa yang akan terjadi
tiba sudah hari pengadilanku

apa yang harus kuperbuat
tak ada
apa yang harus kulakukan
tak ada

apa dapat kuhindari saat itu
tidak
apa dapat kumemilih
tidak

suatu waktu yang kunanti tapi kutakuti
sebuah penentuan yang bagaikan dua sisi mata uang
hanya ada dua jawaban
ya dan tidak

hanya apa yang keperbuat selama inilah bekalku
tak ada yang menolong
hanya diri sendiri yang mampu menghadapi
dan akan kulihat

apa malaikat bersayap putih yang akan menemaniku
ataukah malaikat bersayap hitam yang malah menghakimiku

-tinggal menanti hari untuk sidang sarjana-

Saturday, October 30, 2010

Kusut

Ditambah apa dikurang ya?
udah cukup apa belum nih bahannya?
masa cuma segini sih, kalo kurang gimana?
ah udah deh cukup kayaknya
tapi koq...

aaarrrgghhh kusut deh otak gw...


-ditulis sembari mengerjakan power point untuk presentasi-

Friday, October 29, 2010

Suatu Sore

hujan sesaat, tak membuatku beranjak
rintihan angin, seakan mengundangku untuk bergeming
terdudukku di beranda menatap awan
sekepul asap keluar seiring ku bernafas
aroma tembakau terbakar menghangatkan
menikmati dinginnya sore hari ini



-ditulis di kamar kosan teman yang kutumpangi untuk berteduh-

Thursday, October 28, 2010

Sajak Dari Yang Masih Merasa Bagian Dari Indonesia


Bagimu yang terlahir di ranah khatulistiwa. Tak lihatkah kau, akan amarah dari tempat kelahiranmu. Amukan dari yang dia yang terusik akan perilakumu.

Bagimu anak dari sang bumi pertiwi. Tahukah kau bahwa sang ibunda sedang menangis. Meneteskan air matanya, terisak. Tak ada yang peduli akan kesedihannya.

Bagimu yang tergerak akan batin melihat saudara sekandung setanah air. Berjuang hidup dari kemarahan sang alam. Menanggung dosa dia yang tak bertanggungjawab.

Masihkah kita punya rasa malu mengaku sebagai bangsa Indonesia, apa yang telah kauperbuat?

Ingatkah, bahwa tanggal 28 Oktober 82 tahun silam, para pendahulu kita pernah berikrar :
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu,
tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu,
bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.

-dedikasi untuk seluruh bangsa Indonesia di hari Sumpah Pemuda-

Monday, October 25, 2010

Suatu Waktu Di Perpustakaan


di sudut ini ku terduduk di antara rak rak yang tersusun
aroma kertas tua dan baru saling bercampur
lampu sorot seakan melotot dan berkata "seriuslah"
judul buku dan nama pengarang menari di depan mataku
sekitar kulihat beberapa menekuni bacaannya
kadang menggaruk kepala, menggigit pena, bahkan menghela nafas
tak beda denganku yang sesekali meregangkan tangan
penjaga lalu lalang dengan tatapan yang seolah mengatakan
"buku-buku ini lebih penting bahkan dari nyawamu"
kembali ku beranjak dan memutari rak yang sama
tatapanku terpaku pada index
tetap tak kutemukan juga yang kucari


-ditulis di perpustakaan fakultas ekonomi universitas padjadjaran-


Friday, October 22, 2010

Sayap Patah

berdua mereka tak tergantikan
berdua tak kenal lelah membawaku ke ujung angkasa
tapi satu membuatku takut untuk bertahan
tapi apa daya yang satu tinggalah satu
yang lain hilang entah terbawa angin
yang satu tak berguna tanpa yang lainnya




"Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan
Sebelum hilang di terpa angin"

-inspirasi dari sayap-sayap patahnya kahlil gibran-

Sarapan

yang satu gurih dan yang satu manis
yang satu crunchy dan yang satu cair
yang satu butuh waktu menyiapkannya dan yang satu instant
yang satu dimakan dan yang satu diminum

yang satu sandwich dan yang satu secangkir kopi


-sarapan saya sehari-hari-

Thursday, October 21, 2010

Persahabatan Itu...



persahabatan itu unik dan sulit untuk dijelaskan
semua begitu menyatu dan mengalir seperti air
tak peduli latar belakang masing-masing
semua saling menerima entah dia kaya atau miskin
entah dia jelek atau rupawan

persahabatan itu aneh dan kadang bisa menyebalkan
satu harus mengerti yang lain tak mau mengerti
satu egois dan pemarah yang lain harus menjadi si sabar
selalu ada untuk satu dan lainnya

persahabatan itu menyenangkan
saling ledek saling hina
tanpa dendam dan kecewa
tertawa bersama

persahabatan itu seperti rantai
saling terkait dan saling mengikat satu sama lain

persahabatan itu seperti susu kental
manis hingga tetes terakhir

-ditujukan untuk semua teman dan sahabat, kalian memiliki ruang tersendiri dalam diri-

Monday, October 18, 2010

Almamater

sudah berjuta kali ku menyambanginya
sudah ratusan ribu kali ku menghirup aromanya
sudah puluhan ribu kali ke bercanda dengannya
sudah ribuan kali ku bercakap cakap dengannya
sudah ratusan kali ku kesal padanya
sudah puluhan kali ku marah kepadanya

tapi tak sekalipun ku ingin melupakannya

kampus dan almamater ku tercinta

Universitas Padjadjaran



-ditulis di saung depan ruang jurusan akuntansi fakultas ekonomi universitas padjadjaran-


Friday, October 15, 2010

Day #30 "Epilog"



kini giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kawan yang tak kukenal sebelumnya
aku sadar akan adanya sebuah perpisahaan disaat ku memutuskan untuk memulai sebuah pertemuan

masa itu, waktu itu, saat itu semuanya begitu berarti
menjadi sebuah tempat sampah dan sebuah wadah
dipaksa berpikir untuk sesuatu yang benar benar tak terpikir
menggali kedalaman otak untuk menghasilkan sesuatu
mengarang bebas demi tercapainya sebuah tujuan meskipun kadang tanpa konsep dan aturan yang terbengkalai

aku tertawa sendiri jika sadar apa yang kulakukan memang tanpa hasil
aku terkikik menahan geli jika memang menjadi sebuah pelarian dari rumitnya pikiran
aku memang belum bisa menjadi yang terbaik
kadang merasa malu jika membandingkan diri dengan teman seperjuangan yang lebih diatas segala-galanya

tapi aku tak peduli, semua ini bukan demi orang lain, bukan demi sebuah pujian atau sebuah komentar atau bahkan sebuah penghargaan
aku termasuk yang egois, jadi aku yakin aku tak akan mendengarkan ledekan mereka atas apa yang kucipta
aku termasuk cuek, aku hanya memikirkan diriku sendiri, aku berkarya untuk diriku sendiri atau bahkan menguji diriku sendiri
segala hambatan memang ada, tapi apa aku menyerah? tidak.
aku yakin aku mampu

30 hari sudah semua kujalani dengan segala macam ceritanya sendiri
apa kita akan dipertemukan kembali?
apa takdir akan memberikan kesempatan untuk kembali pada kami?
aku tak tahu, tak ada yang tahu

biarkan semua memiliki pikiran sendiri

seperti aku menulis untuk diriku sendiri

Thursday, October 14, 2010

Day #29 "Sudah Saatnya"

Sudah saatnya ku menyelam ke kedalaman teori
Ketika keabsahan diragukan
Sudah saatnya ku berteman dengan sebuah argumen
Ketika aku dibantahkan
Sudah saatnya ku berkelahi dengan dalil-dalil
Ketika diterjang dengan pertanyaan
Sudah saatnya ku berlapang dada
Ketika akhirnya ku ditentukan
Sudah saatnya ku mendaki menuju kepercayaan
Ketika ayat demi ayat sebuah doa sangat dibutuhkan

Wish Me Luck, I Know My Time Has Come For The Next Few Weeks...

Wednesday, October 13, 2010

Day #28 "Putra Idealisme"

pagi ini hujan tak kunjung henti sejak semalam
tapi dia tak juga jera menggodaku
dia mengimingi-imingi sebuah kejayaan
aku tak bergeming
dengan kata-kata manisnya dia menawariku kehormatan
aku tetap diam
mulut manisnya terus mengatakah bahwa aku perlu kekayaan
aku teguh pada pendirianku
dan akhirnya Realita bertanya padaku,
"apa kau yakin tak akan mengubah pendirianmu ?"
"tidak" jawabku, "aku adalah seorang putra dari Idealisme"

terkadang seorang idealis menyerah pada realita padahal idealisme adalah harta yang paling mewah untuk sebuah jiwa yang muda

Tuesday, October 12, 2010

Day #27 "Mukimuki Sakit : Hutan Peri (Bagian 3)"

cerita sebelumnya

Gorigori : hey, lihat itu pohon pinus kembar yang dimaksud...

Mosimosi : benar juga, ayo cepat.

Mereka sedikit berlari menuju pohon pinus itu. Sesampainya di pohon pinus kembar itu, mereka melihat sebuah jalan masuk menuju hutan yang sangat lebat, tapi misterius, dan membuat rasa penasaran mereka muncul.

Lupalupa : apa kita jadi masuk ke hutan?

Mosimosi : tentu saja, semua ini demi Mukimuki

Gorigori : betul itu Lupa, bagaimana kau ini

Lalu mereka berjalan beriringan memasuki jalan setapak menuju hutan misterius itu. 15 menit mereka berjalan, hanya ada pohon pinus di sekeliling mereka. Tiba tiba mereka mendengar suara nyanyian yang indah. Mereka mempercepat langkah, dan melihat di sebuah tanah yang agak luas, banyak makhluk-makhluk seukuran tangan orang dewasa, mereka lah peri peri hutan, mereka sedang bernyanyi dan berpesta. Tiba tiba...

Day #26 "Mukimuki Sakit : Kakek Kura Kura (Bagian 2)"

cerita sebelumnya

Keesokan harinya Lupalupa bersiap menemui Kakek Kura Kura. Hanya dialah yang tahu dimana menemukan strawbery langka tersebut. Dia lalu mengajak Gorigori dan Mosimosi untuk menemaninya.

Gorigori : dimana dia tinggal Lupa? Si Kakek Kura Kura itu?

Lupalupa : kata ayahku sih, dekat sungai, tapi aku tak tahu dimana tepatnya

Mereka terus berjalan menyusuri sungai. Lalu secara tak sengaja mereka bertemu Tuan Katak sang penjaga kebersihan sungai.

Sunday, October 10, 2010

Day #25 "Suka Duka Ke Pasar Seni"

Guys, pernah ngerasa gak bahwa dunia ini terlalu sempit?
manusia terlalu banyak di muka bumi ini
gak heran semua berebut untuk mendapatkan yang dia inginkan
semua saling sikut dan saling bersaing
contoh riil nya tadi siang,


Saturday, October 9, 2010

Day #24 "Batu Karang"

aku merasa aku rapuh...
aku bisa tertawa...
juga bercanda bersama...
tapi tahukah kau aku terluka...

aku merasa pandai...
pandai untuk berdusta aku bahagia...
pandai bersembunyi dalam ceria...
pandai dalam berahasia...

aku merupa cahaya...
tapi meraba dalam gelap...

aku ingin kuat...
sekuat batu karang...

Friday, October 8, 2010

Day #23 "Mukimuki Sakit (Bagian 1)"

Sudah lama Mukimuki tak kelihatan. Teman temannya di kelas gelisah, dan khawatir. Tak biasanya Mukimuki bolos sekolah, apalagi sampai seminggu. Kelas terasa sepi tanpa Mukimuki. Biasanya dia yang membuat suasana menyenangkan di kelas saat belajar maupun saat bermain. Teman-temannya berencana menanyakan hal ini kepada Mosimosi pada saat istirahat sekolah nanti.

Teng Teng Teng...

Bel tanda istirahat berbunyi, Gorigori dan Lupalupa langsung menuju kelas Cemara, kelas tempat Mosimosi berada. Mereka menemukan Mosimosi masih duduk di mejanya sambil membuka bekal makanan buatan neneknya.

Gorigori : Hai Mosi, sedang makan apa kau, sepertinya enak? Boleh kucicipi

Lupalupa : kau ini, bukanya kita kesini untuk menanyakan Mukimuki, kau malah minta makanan.

Gorigori : biar saja aku lapar, boleh kan Mosi? (memelas)

Mosimosi : hahaha, tentu saja boleh Gori, nenekku membuatkan biskuit kelapa ini cukup banyak, kau juga boleh ambil Lupa.

Lupalupa : wah, benarkah? Baiklah akan kucoba

Gorigori : dasar kau, ternyata kau lapar juga

Lupalupa : hehehe... eh iya Mosi, sudah seminggu ini Mukimuki tak masuk sekolah, kemana dia?

Mosimosi : iya aku juga sudah lama tak bertemu dengannya, kata ibunya sih dia sakit, tapi aku tak tahu sakit apa dia?

Gorigori : wah, bagaimana jika kita ke rumahnya sepulang sekolah nanti?

Mosimosi : ide bagus, kita bertemu di gerbang, sepulang sekolah nanti ya?

Lupalupa : mau kemana kita? (bertanya dengan bodoh)

Gorigori dan Mosimosi : sudahlah, hahaha..

Sepulang sekolah mereka langsung menuju rumah Mukimuki.

Thursday, October 7, 2010

Day #22 "5 Elemen Dasar"



Well, tahu tidak kebanyakan dari kita hanya tahu ada 4 elemen dasar pada alam. seperti pada kartun animasi Avatar - The Legend Of Aang. Disitu cuma disebutkan elemen api, air, tanah dan udara atau angin. Tapi sebenarnya menurut seni kuno Wu Xing dari Cina ada 5 elemen dasar. dan elemen udara atau angin tidak termasuk didalamnya. Masing-masing dari 5 elemen itu mempunyai filosofi nya masing-masing jika dikaitkan dengan sifat manusia. Berikut adalah penjelasan mengenai ke 5 elemen itu :

Logam
Unsur Logam melambangkan sifat kaku dan keras sesuai dengan tingkat maksimal dalam shio mereka. Orang-orang yang berada dalam unsur ini dituntun oleh perasaan yang kuat dan akan mengejar tujuan mereka dengan tekun dan tanpa ragu. Didukung oleh tekad mereka, mereka mampu terus berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Biasanya mereka ambisius dan tidak tergoyahkan dalam keyakinan mereka.
Orang-orang ini tidak dapat dengan mudah diombang-ambingkan atau dipengaruhi untuk mengubah suatu jalan yang telah mereka tentukan, meskipun oleh kesulitan, kemunduran atau kegagalan. Seberapapun keteguhan dan kegigihan yang mereka miliki sesuai dengan karakteristik shio mereka, mereka yang dilahirkan dengan unsur logam justru akan diperkuat oleh unsur Logam yang ada.

Unsur Logam cenderung memilih memecahkan masalah yang dihadapi sendiri dan tidak akan menghargai campur tangan atau bantuan yang tidak mereka harapkan. Mereka memiliki tujuan, melancarkan jalan serta mewujudkan cita-cita mereka tanpa bantuan dari pihak lain. Mereka memiliki naluri yang kuat tentang keuangan dan materi, dan akan menggunakannya untuk mendukung jiwa mandiri serta selera mereka yang tinggi terhadap kemewahan, kemakmuran dan kekuasaan. Akan tetapi mereka kadang juga mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak lagi dapat dikendalikan atau diterima oleh jalan pikiran mereka yang teguh.

Agar dapat benar-benar efektif, unsur Logam perlu berkompromi dan tidak terlalu berpegang pada prinsip. Sering kali, mereka bersikap terlalu kaku dan teguh pada pendapat sendiri sehingga dapat merusak suatu hubungan yang baik hanya karena orang lain tidak mau memenuhi atau menyesuaikan diri dengan keinginan mereka.

Wednesday, October 6, 2010

Day #21 "Dia Bernama..."

dia yang berselimut kegelapan
berteman dengan hembusan dingin
dia yang berbajukan hitam
kadang menunjukkan taring

dia buta

buta akan segalanya
sebuah lentera mungkin berguna
mata angin membantunya
dia bersandar pada asa

dia tabah

tabah bergaul dengan yang tidak seharusnya
makhluk jalang kadang menggodanya
yang liar terus mengancamnya
dia tak bergema

dia tak sendirian

bulan, bintang itulah sahabat sejatinya
dia mempunyai pemujanya tersendiri
tak sedikit yang menyambutnya
tapi banyak juga yang menghindari

dia sang penanda...

penanda berakhirnya sebuah aktivitas
dan penanda dimulainya sebuah kehidupan lain
bagai dua sisi mata uang
berbanding terbalik dengan sang siang


dia buta tapi dia tabah
dia tak sendirian karena dia sang penanda

dia bernama malam...

Tuesday, October 5, 2010

Day #20 "Fitness"


Udah jadi fenomena kalo anak anak jaman sekarang demen banget ke tempat fitness atau bahasa kerennya gym buat bentuk badan biar oke, dan gak malu-maluin kalo telanjang dada di pantai.

Memang sih latihan di gym atau fitness itu sangat bermanfaat, karena termasuk olahraga juga dan so pasti ujung ujungnya buat kesehatan. Tapi gak sedikit juga yang ke gym cuma demi keren atau mati matian bentuk badan sampai gak mikirin porsi latihan, kurang asupan makanan bergizi dan akhirnya ya meriang juga.

Berikut ada beberapa tips yang dikutip dari
kompas biar latihan jadi optimal.

Monday, October 4, 2010

Day #19 "Manfaat Teh"


Kenapa judul di atas mengenai teh?

Karena beberapa hari ini saya sering begadang demi mengerjakan SKRIPSI saya yang entah gimana juntrungannya dan Teh cukup menjadi teman yang setia, dan memberikan kehangatan pada tubuh saya di malam yang agak dingin.

Keajaiban Teh adalah dapat sekedar menghilangkan lelah dan kepenatan kita setelah sehari beraktivitas dan juga merilekskan otak yang lelah berpikir itu menurut pendapat saya sendiri.

Teh sangat bermanfaat bagi kesehatan, saya baca sebuah artikel mengenai manfaat teh, seperti ini :

Sunday, October 3, 2010

Day #18 "Balada Status Facebook"


Hanya bertanya-tanya...

Apa benar media internet dan situs situs jaringan sosial yang ada. Mulai dari friendster (masih ada yang make?), facebook, twitter, myspace, dan macam macam lagi. Semua itu membuat orang menjadi....? apa ya namanya? Mungkin bisa dibilang ingin menunjukkan jati diri atau keberadaan atau bahasa kerennya narsis.

Semua yang menggunakan media sosial seperti itu bebas menunjukkan jati diri mereka. Dan sepertinya ingin diperhatikan. Saya bukan apatis ya sekali lagi. Karena saya juga salah satu dari sekian banyak orang yang menggunakan berbagai macam media sosial itu.

Kenapa saya nulis ini, baru aja tadi pagi di twitter ada yang membahas mengenai status Facebook orang2 yang aneh aneh. Dan saya cukup tersentil juga membacanya dan ikut join untuk membicarakan status Facebook yang menurut sebagian orang cukup mengganggu. Salah satu contohnya :

Saturday, October 2, 2010

Day #17 "Fakta"

Sesuatu bisa menjadi sebuah
Harapan menjadi kosong
Yang tersisa hanya umpatan
Terlalu gelap untuk mendamba
Setengah kosong ataukah setengah isi?
Tak tahu mana yang seharusnya
Semua berubah semaunya
Dia punya pikiran, dia hidup
Tak bisa berteman dengan kehendak yang bisa berubah
Tak ada yang abadi, semua rancu
Hitam atau putih keduanya dapat menjadi kelabu
Semua abstrak, penuh garis dan bentuk
Tapi...
Satu tetap tak berubah
Terlalu egois untuk dipaksa
Fakta...
Apakah kau dapat merubahnya?
Kurasa tidak...

“the black will be grey and the white will be grey, but the blues are still blue”
(belle & sebastian – the blues are still blue)

Friday, October 1, 2010

Day #16 "Kau Selalu Menjadi Pilihan"

Uap panas mengepul membawa aroma khas
Jalinan rapi tubuhmu tak dapat mengentikanku
Apapun dari dirimu yang baru, aku selalu menerima
Kadang aku merindukanmu yang lama,
Walaupun yang baru pun tak masalah
Kehangatanmu lah yang selalu kurindukan
Kaulah pilihan dikala tiada
Kaulah pilihan dikala terpaksa
Kaulah pilihan dikala yang lain tak menjadi pilihan


Semangkuk mie instan rebus hangat selalu menjadi pilihan dikala hujan

Thursday, September 30, 2010

Day #15 "Kerbau dan Sapi"

Dahulu kala di tengah hutan terdapatlah sebuah kerajaan yang sangat makmur sentosa. Rakyatnya sangat berbahagia, karena semua kebutuhan tercukupi. Kerajaan itu dipimpin oleh seekor Singa yang sangat bijaksana tetapi juga tegas. Dia sangat memperhatikan rakyatnya. Oleh karena itu rakyatnya pun sangat mencintai sang raja.


Sang raja memiliki dua panglima perang yang sangat hebat, dia adalah Sang Kerbau dan Sang Sapi. Mereka berdua sebenarnya adalah saudara kembar. Mereka telah sedari kecil telah dilatih bertarung oleh ayah mereka Sang Bison, tak heran mereka berdua sangat piawai bertarung, dan dianugerahi badan yang kuat dan tanduk yang mampu membuat lawan bertekuk lutut. Sang raja sangat mempercayai mereka dan mengandalkan mereka untuk masalah apapun yang berkaitan dengan kelangsungan kerajaan.

Pada suatu hari di cuaca yang sangat panas setelah berlatih tanding Kerbau dan Sapi merasa gerah bukan kepalang.

Wednesday, September 29, 2010

Day #14 "Sirik"



Dasar sialan, kenapa dia selalu disanjung?
Semua tahu, aku lebih berkelas, dan lebih pantas dibanding dia.
Tapi aku heran,kenapa selalu aku yang dikotori.
Sedangkan dia?
Aku selalu bergaul dengan sampah dan lumpur.
Sedangkan dia?
Aku selalu ditendang dan diinjak.
Sedangkan dia?
Bila dihitung dengan nominal pun rasanya aku lebih mahal
Sedangkan dia, dasar si murahan itu.
Aaarrrhhh...
Kesal sekali aku dengannya, dimana harga diriku?
Andai aku bisa menggantikan tempatnya...





“dasar tolol, kau ini sepatu dan dia topi, mana mungkin kau dipakai di atas kepala?”

Tuesday, September 28, 2010

Day #13 "Kau"

biarkan diriku berlari di atas api dan biarkan diriku melompat melewati ombak
biarkan diriku menari bersama angin dan biarkan diriku meratap kepada tanah
biarkan diriku menginginkan bintang dan biarkan diriku berlutut dalam kabut
biarkan diriku bertanya pada awan dan biarkan diriku memohon pada sebatang pohon
biarkan diriku memuja dan biarkan diriku menghamba
biarkan diriku berpikir...

tapi...

aku jarang berpikir
aku tidak pernah berpikir
tapi ketika aku berpikir, aku berpikir tentang...

Kau...


Monday, September 27, 2010

Day #12 "Titik Balik"



Secercah cahaya matahari muncul di iringi segurat warna pelangi,,,

Menjanjikan harapan di tengah segala yang sunyi,,,

Melenyapkan kesedihan dan menumbuhkan kebahagiaan,,,

Segala aura positif muncul menggantikan kesuraman,,,

Anak anak kecil berlarian dengan keriangan yang tak terkira,,,

Menunggu senja yang akan mengingatkan akan berakhirnya waktu,,,

Untuk kemudian digantikan dengan yang baru,,,


sebuah notes lama yang terlupakan, dan baru ditemukan setelah mengacak acak facebook..

Sunday, September 26, 2010

Day #11 "Sebuah Obrolan"


A : “Anjis, nyeri goblog...”

B : “Yeee, kalem heula, naha bisa parah kieu sih?”

A : “Biasa we lah, aink ngaliwat si eta na melongkeun kitu, nya geus we hajar langsung”

B : “Naha maneh nu cilaka, kan maneh nu ngahajar?”

A : “Enya, tapi pas loba barudakna, urang sorangan”

B : “Tolol siah, geus nyaho lobaan naha di serang?”

A : “Nya panas we, keur ngaliwat naek motor teh, ditingalikeun, kumaha teu ngenes?”

B : “Barudak mana sih?

A : “Teuing lah, jigana mah nu kamari ribut jeung si Jek, soalna bendera na sarua”

B : “Keur naraon manehna?

A : “Mabok we biasa, da loba botol kitu lah”

B : “Trus kumaha, bales wae kitu? Kedeung deui oge ngarumpul, langsung we berangkat”

A : “Enya lah, serang balik, rek mawa sabaraha motor? 10 motor cukup mereun?”

B : “Cukup lah, samurai kumaha? mawa teu? Stik bisbol aya oge kan?”

A : “Kalem we, samurai mah, si Otong aya stok, nu kamari kan dicokot polisi anjink eta.”

B : “Si Otong mah babehna aparat, jadi gampang pistol oge aya lah”

A : “ Ai si Codet kamana? Perasaaan aya kasus kamari teh?”

B : “He eh, pas keur konvoy minggu kamari teh, ditangkep gara gara ngarusak Minimarket”

A : “Naha Minimarket diserang? Aya musuh kitu?”

B : “Teu, iseng we bari ngejarah roko jeung nginum mah lumayan kan”

A : “Ah koplok si eta mah atuh, geus nyaho aya CCTV, nekat keneh”

B : “Geus nginum we, si eta mah kan rehe kalo mabok”

A : “Eh, ospek budak anyar jadina dimana?”

B : “Si Bos mah kemari bebeja, paling ti dieu ka Pangandaran lah”

A : “Lampu jeung rem dicabut, jiga biasa?”

B : “Iya lah, eta mah kudu, trus dibates waktunya ayeuna mah mah”

A : “Geblek, mun aya nu paeh kumaha?

B : “Ah bae we, nya resiko, mun rek gabung kudu gede wani”

A : “Bener oge, trus ngke diditu di gelut keun, jiga taun kamari?”

B : “Jigana mah kitu, kumaha si Bos we lah”

A : “Sip lah rame mun kitu. Anjink... Perih, lalaunan atuh”

B : “Tuh geus beres, ganti duit aink keur meuli perban jeung Betadine ah”

A : “Nyantai we, rek malak budak SMP heula, ngke dibayar lah, mun meunang loba”

B : “Bener siah nya? Eh tah, barudak datang, hayu ah langsung, Tonk poho eta Bir dibawa”

A : “Sip, hayu”




diinspirasi dari maraknya geng motor di kota Bandung yang sempat berulah di hari jadi Kota Bandung yang Ke-200 pada tanggal 25 September 2010

bagi yang kurang mengerti bahasa sunda bisa di lihat disini edisi bahasa indonesia

Saturday, September 25, 2010

Day #10 "Pergilah..."

Kau datang sesukamu, biarpun aku tak ingin menemuimu.
Kau datang tanpa basa basi, dan langsung saja mengikutiku. Kan sudah kubilang aku tak ingin bertemu denganmu.

Kenapa kau tetap bersikukuh?
Aku tak tau apa maumu sebenarnya?

Begitu banyak yang mencintaimu dan mengharapkan kau mendatanginya, tapi kenapa kau malah datang kepadaku?

Bukannya aku tak menyukaimu, bukannya aku membencimu.
Tapi tolong, mengertilah...
Mengertilah, untuk saat ini aku tak bisa...

Sekali lagi kau bertanya dengan kilatan matamu “Apa salahku?”
Ah... Kau tak mengerti.
Kau terlalu egois untuk menyadari alasan ku tak menginginkanmu untuk saat ini.

Pergilah...
Pergilah ke tempat dimana semua memujamu...

Pergilah...
Pergilah ke tempat dimana dirimu dibutuhkan...

Pergilah...
Pergilah ke tempat dimana kau disanjung.

Pergilah...
Pergilah sekarang, aku tak menginginkanmu saat ini...



ditulis di kamar, samping jendela, sambil memandang hujan di luar yang menyebalkan, dan menghambatku beraktivitas...

Friday, September 24, 2010

Day #9 "Hilangnya Mosimosi (Bagian 2)"

cerita sebelumnya


Mukimuki sedang berpikir bagaimana cara memasuki gua tersebut tanpa membangunkan ular belang tersebut. Tiba tiba dia menyadari bahwa Lupalupa biarpun pelupa nya dia punya bakat yang mampu membuat orang terkagum kagum.

Mukimuki : Lupa, apakah kau membawa seruling mu?

Lupalupa : ya aku selalu membawanya, ini adalah hadiah terakhir dari kakekku sebelum dia meninggal, kenapa memangnya?

Gorigori : apa kau akan memukul ular itu sampe pingsan Muki?

Mukimuki : tentu saja tidak, Lupa akan memainkan sebuah lagu dengan seruling itu, dengan demikian semoga saja si ular menikmati dan terlelap tidurnya, baru lah kita mengendap endap melompati badannya yang menghalangi pintu gua tersebut.

Lupalupa : bagaimana jika dia terbangun? Dan menggigitku? (ketakutan)

Gorigori : ya itu sudah nasibmu, he he he...

Lupalupa : sialan kau, Gori.

Mukimuki : sudah kau coba dulu saja lah.

Akhirnya Lupalupa memainkan serulingnya, nadanya mengalun begitu lembut dan damai. Landak Gorigori pun hampir tertidur jika Gorigori tak menyenggol badannya, alhasil kaki Gorigori sedikit tertusuk durinya. Terbukti alunan seruling Lupalupa memang hebat, tak lama si ular belang pun lebih melingkarkan badannya lagi dengan posisi kepala di dalam. Mukimuki dan kawan kawannya kemudian mengendap endap sambil melompati badan si ular belang sambil berhati hati. Mukimuki masuk lebih dulu, diikuti oleh Gorigori, terakhir Lupalupa. Tapi dasar pelupa, tiba tiba saja Lupa menghentikan tiupan serulingnya dengan mendadak diikuti bunyi melengking kencang dari serulingnya.

“Ngiiiiik”

Thursday, September 23, 2010

Day #8 "Otak ku Penuh Dengan Komputer"




Otak ku penuh dengan My Document yang selalu ku buka saban hari

Otak ku penuh dengan berbagai macam hal, ingin ku susun dengan klik perintah Defragment pada folder System Tools

Otak ku penuh dengan Temporary File yang harus ku Disk Cleanup

Otak ku penuh dengan History file file yang pernah kubuka sebelumnya

Otak ku penuh dengan Old Prefetch Data yang ingin ku Delete Permanently

Otak ku penuh dengan sampah, ingin ku klik control + A dan ku delete semua ke Recycle Bin

Otak ku penuh dengan File file unduhan dari berbagai macam Browser nyata

Otak ku penuh dengan MP3 file yang berteman baik dengan Winamp sesungguhnya

Otak ku penuh dengan My Picture yang selalu ku unggah ke situs jejaring sosialku

Otak ku penuh dengan ribuan kata kata yang selalu ku kirim lewat Messenger lisan

Otak ku penuh dengan semuanya dan kuingin klik Refresh untuk menyegarkannya

Otak ku penuh dan lelah saatnya ku tekan tombol Shut down


sebuah tulisan di kala writer's block...

Wednesday, September 22, 2010

Day #7 "Hilangnya Mosimosi (Bagian 1)"



Semenjak Mukimuki selalu bermain dengan teman-teman barunya dan juga kegiatan sepakbolanya yang menyita waktu. Mukimuki hampir tidak pernah bertemu dengan Mosimosi. Mukimuki selalu sibuk dan asyik dengan kegiatan barunya. Melihat ini ibunya Mumimumi merasa aneh, dia heran Mosimosi tidak pernah datang bermain. Ayahnya Mupamupa pun merasa aneh. Kemudian mereka menanyakannya kepada Mukimuki di saat sarapan pagi.

Mumimumi : Muki, akhir akhir ini ibu tidak pernah melihat Mosimosi kemari, kemana dia?

Mupamupa : iya, ayah juga tidak pernah melihat kalian lagi bermain ke ladang bawang?

Mukimuki : aku tak tahu, mungkin dia sibuk dengan kegiatan sekolah, aku kan tidak sekelas dengannya.

Mumimumi : apakah kalian tidak pernah bertemu di sekolah?

Mukimuki : tidak bu, setiap pulang sekolah aku selalu berlatih sepakbola hingga sore hari bukan?

Mupamupa : setidaknya datanglah berkunjung ke rumahnya.

Mukimuki : hmm.... baiklah ayah besok aku tidak ada latihan, sepulang sekolah aku akan ke rumah Mosimosi, lagipula aku ingin mencicipi pai bawang buatan Nenek Norinori.

Mumimumi : baguslah nak, kalau begitu.

Tuesday, September 21, 2010

Day #6 "Mukimuki Dan Sepakbola"



Pagi itu, sebelum Mukimuki berangkat ke sekolah.


Mukimuki : Buuuu !!! aku berangkat dulu yaaaa (seperti biasa berlari, kali ini membawa bola)


Mumimumi : MUKI !!! sarapan dulu !!!


Mukimuki : tak sempat bu !!!


Ibunya hanya geleng geleng kepala. Sudah seminggu ini, Mukimuki selalu saja bermain sepakbola bersama teman teman barunya. Dia selalu pulang sore hari dengan badan kotor sehabis bermain sepakbola, hari hujan pun tak menghalangi Mukimuki bermain sepakbola. Walaupun ayahnya memarahinya gara gara pulang dengan badan penuh lumpur, tapi tetap saja Mukimuki membandel.

Tak lama kemudian, Mosimosi datang.


Mosimosi : Mukimuki ada bibi?


Mumimumi : wah, dia sudah berangkat tadi, sepertinya buru-buru sekali. Apakah sekolah dimulai lebih awal?


Mosimosi : tidak bi, sekolah dimulai pukul 8 seperti biasa, ya sudah aku berangkat sendiri saja ya bi? (mukanya terlihat kecewa)


Mumimumi : baiklah Mosi, hati hati ya...


Mosimosi : terima kasih bi...

Akhirnya Mosimosi berangkat ke sekolah sendirian, sejak Mukimuki sering bermain sepakbola dengan teman teman laki-lakinya. Mosimosi seperti kehilangan Mukimuki. Saat pulang pun dia selalu menunggu Mukimuki untuk pulang bersama. Tapi Mukimuki selalu bermain sepakbola bersama teman temannya sepulang sekolah.

Monday, September 20, 2010

Day #5 "Sekolah Mukimuki"


Hari ini adalah hari senin yang sangat ditunggu-tunggu oleh Mukimuki. Inilah hari pertama Mukimuki bersekolah, dia sudah sangat tak sabar ingin pergi ke sekolah dan bertemu teman-teman baru, guru baru, dan belajar mengenai hal-hal yang baru. Sepertinya akan sangat menyenangkan. Tak heran Mukimuki sangat bersemangat hari ini, sejak pagi dia sudah bangun dan mandi, saat ini dia sedang sarapan bersama ayah dan ibunya.

Mukimuki : ayah, ibu siapakah yang akan mengantarku ke sekolah pada hari pertamaku ini?

Mupamupa : sepertinya ibumu nak, ayah harus ke ladang hari ini.

Mumimumi : ibu akan mengantarmu nak, apakah kau sudah menyiapkan segala keperluanmu?

Mukimuki : sudah bu, sejak malam aku sudah selesai menyiapkan peralatan sekolahku, wow, aku benar-benar tak sabar untuk bersekolah, pasti akan menyenangkan memiliki teman-teman baru.

Sehabis sarapan Mukimuki berangkat ke sekolah dengan diantar oleh ibunya.
Sekolah nya terletak di atas bukit tak jauh dari ladang bawang milik ayahnya. Mereka berangkat bersama dan ayahnya berbelok menuju ladang bawang, sedangkan Mukimuki terus berjalan bersama ibunya ke atas bukit.

Sunday, September 19, 2010

Day #4 "Mukimuki Dan Tuan Katak"



Hari ini hari minggu yang cerah, waktunya bermain sampai puas. Begitu pula dengan Mukimuki, dia sejak pagi sudah mandi dan sarapan. Mukimuki mengenakan pakaian berwarna biru, dengan sepatu kets hitam. Dia berjanji mengajak Mosimosi untuk bermain ke sungai di dekat ladang bawang milik ayahnya, Mosimosi akan datang sekitar pukul 8 pagi, dan sekarang sudah pukul 8 kurang 5 menit.

Mukimuki menunggu di dalam sembari menunggu ibunya menyiapkan bekal untuk makan siang mereka di ladang nanti. Ibunya menyiapkan kue kesukaan Mukimuki yaitu kue kering rasa bawang dan roti isi telur dengan irisan bawang bombay di dalamnya, tak lupa mengisi botol minuman dengan jus jeruk yang menyegarkan.

Tak lama kemudian, pintu diketuk.

Mukimuki : itu pasti Mosimosi, aku membukakan pintu dulu ya bu?

Mumimumi : ya nak, bekalmu juga sudah hampir siap, ibu akan membawakannya ke depan.

Mukimuki berlari ke depan untuk membukakan pintu. Di depan sudah menunggu Mosimosi, dia mengenakan pakaian berwarna hijau dengan pita jingga nya yang selalu menempel di kepalanya, dengan sepatu kets yang juga sewarna dengan pakaiannya dan tas kecil di punggungnya serta botol minum yang tergantung di bahunya.


Saturday, September 18, 2010

Day #3 "Hadiah Untuk Mukimuki"

Pagi itu di halaman depan rumah terlihat sesosok bocah berkepala seperti bawang, sedang berlari lari riang, kadang mengejar tupai, atau mencoba menangkap kupu kupu yang hinggap di pucuk bunga lily yang berwarna putih itu. Sesekali dia terjatuh ketika berlari mengejar burung yang terbang seketika ketika dia mendekat.

Di balik jendela rumah tersebut sepasang mata memandangi si bocah sambil tersenyum. Dia adalah ibu si bocah yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Sedangkan si suami sedang bersiap untuk pergi ke ladang bawang.


Mupamupa : kenapa kau tersenyum senyum begitu istriku?

Mumimumi : ah tidak, aku hanya senang melihat anak kita selalu sehat dan ceria seperti itu, sayang dia selalu bermain sendiri. Di sekitar sini tak ada yang seusia dengannya.

Mupamupa : tentu saja, bawang merah dan bawang putih kan memang baik untuk kesehatan, mengenai teman bukankah tahun depan dia masuk sekolah, aku yakin dia akan mendapatkan teman yang seusia.

Mumimumi : benar juga tapi kau ini mentang2 tanaman di ladangmu bawang semua selalu saja mengkaitkan segala sesuatu dengan bawang.

Mupamupa : enak saja kau bicara, itu kan warisan dari ayahku, kau pikir dari mana kita bisa hidup, jika tidak dari ladang bawang itu?

Mumimumi : iya2, sudah sana kau sarapan dulu, aku sudah menghidangkan semangkuk sup bawang dan segelas jus jeruk di meja makan.

Mupamupa : ngomong ngomong apa kau sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk anak kita? Bukankah hari ini dia berulang tahun?

Mumimumi : sudah, aku membuatnya semalaman tadi, dia pasti akan menyukai warna ungu dan hiasan berbentuk tupai pada kue itu.

Mupamupa : baiklah akan kita rayakan begitu aku pulang kerumah sore nanti, sekarang kau panggil anak kita untuk sarapan bersama juga.

Sang ibu kemudian keluar dan berteriak memanggil anak kesayangannya.